Berita Terbaru
22 November 2017

sd-ari

Pondok Modern Arrisalah Program Internasional adalah pondok modern dengan berbagai macam jenjang pendidikan yang ada, menggunakan dua bahasa pengantar internasional yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris. Diantara beberapa jenjang pendidikan yang ada adalah SDIA (Sekolah Dasar Islam Arrisalah) atau yang biasa dikenal dengan nama Kulliyyatul Mubtadiin/Mubtadiat Al-Islamiyah.

KURIKULUM SD ISLAM ARRISALAH

Beberapa keunggulan yang dimiliki SD Islam Arrisalah ini lebih mengacu kepada pendidikan yang Islami menganut sunnah rasul, berbasiskan Al-Qur'an. Para santri penerus bangsa ini diberikan pendidikan sedini mungkin agar terbentuk dalam dirinya moral keislaman yang diharapkan.
Terdidik sedemikian rupa dengan pembentukan moral berbasis sunnah Rasulullah. Apapun yang dilakukan oleh santri pada pagi hingga sore hari telah terjadwal dan dibimbing serta dilatih secara baik oleh dewan guru terbaik sesuai dengan bidangnya.

Dengan bimbingan para guru yang telah terlatih dan terdidik dengan baik melalui penataran guru, diharapkan pendidikan yang diberikan pada santri menjadi bermutu dan sesuai dengan standar pembelajaran yang ada.

Pelajaran yang diberikan tidak hanya pelajaran umum, melainkan pelajaran kepondokan yang mengacu kepada ibadah, bahasa Arab, Fiqih, Aqidah, juga diajarkan secara intensif.

Pada dasarnya sistem pembelajaran di SD Islam Arrisalah sangat berpengaruh terhadap adab dan tingkah laku para santri. Didalam pembelajaran tersebut guru harus memasukkan jiwa pendidikan yang sesungguhnya sehingga para santri tidak hanya belajar namun pembelajaran itu diiringi dengan ketekunan hati serta kesungguhan yang ada dalam diri santri, maka dari itulah semuanya menjadi tugas bagi guru Arrisalah untuk menjadikan santrinya generasi penerus bangsa yang islami dan berbasis ahlussunnah wal-jama'ah.

Setiap pagi sebelum masuk kelas, seluruh santri diharuskan untuk mengikuti upacara pagi. Gunanya, untuk melatih santri-santri lebih disiplin dalam berangkat sekolah dan berdo'a sebelum masuk kelas. Besar harapan untuk ilmu yang akan diterimanya bisa lebih melekat dan tidak hanya sekedar penambahan ilmu saja melainkan terus digunakan hingga akhir masa.

PENGASUHAN SD ISLAM ARRISALAH

Disiplin adalah bagian utama dalam pendidikan.Tanpa disiplin maka semua akan menjadi berantakan dan tidak sesuai dengan asas sunnah Rasul.
Beberapa disiplin yang di terapkan pada SD Islam Arrisalah tersebut adalah mengenai kedisiplinan waktu ibadah, shalat, makan dan aktivitas lainnya. Apabila santri dan santriwati tidak mengikuti disiplin yang ada maka sanksi yang akan diterimanya. Namun, sanksi disini tidak berupa sanksi fisik maupun kekerasan (pemukulan) yang dapat membahayakan fisik dan kejiwaan santri. Sanksi yang diterapkan adalah sanksi yang mendidik seperta hafalan juz 'amma, dll. Sehingga selaras dengan ruh pendidikan yang berbasis Al-Qur'an dan sunnah.

Bagian pengasuhan santri ini sangat berpengaruh dengan pendidikan dan kedisiplinan para santri yang ada. Sehingga apapun yang dilakukan para santri di sekolah maupun di asrama tetap terpantau dan terawasi tingkah lakunya.

Disiplin menjadi faktor utama dalam pendidikan. Penanaman disiplin dalam berbagai kegiatan akan menjadi dasar pembentukan dari dasar sifat dan tingkah laku para santri. Kesopanan, tingkah laku dan pendidikan yang terbaik sehingga santri akan lebih serius dalam mengamalkan kedisiplinan.

KEGIATAN MINGGUAN SD ISLAM ARRISALAH

  1. MUHADLARAH: Muhadlarah/pidato merupakan salah satu cara untuk melatih keberaniaan mental santri.
  2. PRAMUKA
    Kegiatan yang diadakan pada hari Kamis ini merupakan sarana peningkatan disiplin dan kepanduan bagi seluruh santri SDIA. Dalam hal kepramukaan santri SDIA mengikuti perkemahan jambore sekabupaten ponorogo mewakili kecamatan slahung, SDIA mengutus 2 regu terdiri dari sepuluh siswa dan sepuluh siswi.

    Selain itu SDIA juga selalu mengirimkan regunya pada perkemahan rutin tahunan sekecamatan Slahung yang bertempat di lapangan gundik, diikuti oleh 12 siswa dan 12 siswi dari kelas empat sampai kelas enam SD.
  3.  BAHASA SERTA PERLOMBAAN DI LUAR PONDOK
    Tidak hanya pada tingkat Kulliyyatul Muallimin/Muallimat (setara dengan SMP-SMA) saja yang diajarkan dan dibiasakan menggunakan dua bahasa resmi, SDIA pun demikian. Seperti pemberian kosa kata (vocabulary) yang dilaksanakan selesai sholat dzuhur setiap harinya. Ada pula pelatihan pidato dua bahasa yang biasa dikenal dengan muhadhoroh dan dilaksanakan setiap dua minggu sekali pada hari Kamis siang. Semua kegiatan diatas ditujukan untuk menunjang bahasa bagi para santri kecil SDIA.