Guru Pondok
Sebuah Kontemplasi Analitis Kritis
Seperti yang sudah mafhum bahwa Pondok adalah sebuah miniatur kehidupan dalam dunia pendidikan yang menyatukan tiga unsur utama pendidikan yaitu pendidikan sekolah, pendidikan rumah dan pendidikan masyarakat. Pondok sudah sangat memenuhi tiga unsur tersebut. Seperti yang sering diteorikan oleh para Pakar bahwa ketika suatu pendidikan yang didukung dan ditopang ketiga unsur utama tadi, maka output dari pendidikan tersebut sangat baik dan sesuai dengan harapan. Sudah jelas, bahwa santri tinggal di dalam Pondok bersama dengan Para Guru dan hidup bersama untuk membentuk sebuah masyarakat yang mempunyai tata dan nilai tersendiri.
Pengasuh, guru dan santri sama-sama membentuk sebuah tata kehidupan yang berdasarkan nilai-nilai kekeluargaan. Masyarakat yang mereka bentuk bukan hanya berdasarkan pada nilai-nilai yang hanya terbatas pada kehidupan dunia akan tetapi nilai-nilai yang mereka bangun adalah nilai-nilai yang dianggap mampu akan menghantarkan seluruh masyarakat dalam Pondok menuju kehidupan yang abadi yaitu kehidupan akhirat. Maka, peran Guru di dalam Pondok adalah sangat penting. Guru adalah orang tua santri. Guru adalah Bapak Santri yang harus mau dan mampu melindungi santri dari mara bahaya layaknya seorang Ayah di dalam keluarga. Guru adalah Ibu Santri yang harus mau dan mampu memberikan kenyamanan bagi santri layaknya seorang Ibu di tengah keluarga. Ini adalah tugas dan kewajiban seorang Guru Pondok. Guru Pondok tidak hanya sekedar mentransfer ilmu pengetahuan saja akan tetapi Guru Pondok adalah orang tua bagi bagi seluruh santri. Orang tua dalam arti yang sesungguhnya. Orang tua yang akan gelisah ketika, anaknya sakit, orang tua yang akan khawatir ketika anaknya sedang menghadapi ujian, orang tua yang akan marah ketika melihat anaknya mempunyai karakter yang menyimpang dan orang tua yang akan ngeloni anaknya ketika anaknya sedang kedinginan. Akankah Guru Ideal itu akan segera turun dari langit di Pondok kita yang tercinta? Allohumma fasyhad.










